Rumah Turi Solo: Oase Hijau di Tengah Kota

Rumah Turi Solo: Oase Hijau di Tengah Kota

  • By Admin
  • 2017-06-21 14:18:56

Akomodasi hemat yang ditawarkan di tengah kota pada saat ini cenderung didominasi oleh hotel-hotel berdesain minimalis mode
, dengan façade nan kaku dan dingin serta area taman artifisial seadanya. Namun siapa sangka di antara itu semua, masih ada beberapa pilihan akomodasi yang menerapkan konsep bangunan yang bersinergi dengan alam. Salah satunya adalah Rumah Turi di Solo.

Dengan hanya berbekal iPhone, saya berusaha mendokumentasikannya.

 

Lokasi yang Strategis

Ketika mengunjungi Solo untuk pertamakalinya di bulan Agustus 2014, saya memilih tinggal di Rumah Turi. Cuplikan gambar beberapa sudutnya yang rimbun oleh pepohonan hijau, menarik minat saya sejak awal melihatnya di inte
et.

Sepertinya akan menjadi satu paduan kontras yang menarik, jika saya bisa mengeksplor kota Solo seharian dan kemudian beristirahat di penginapan yang memberikan kesejukan suasana pedesaan, tanpa perlu menempuh jarak yang jauh ke pinggiran kota.

Peta

Denah Rumah Turi, tak jauh dari Solo Paragon.

Rumah Turi berada pada jantung kota dan dekat dengan pusat perbelanjaan Solo Paragon, serta memiliki akses yang mudah untuk mencapai tempat-tempat wisata menarik dan situs sejarah di Solo. Sementara Stasiun Solo Balapan dan Bandara Adi Sumarmo bisa ditempuh hanya dalam waktu duapuluh menit berkendara.

Meskipun harus melalui jalan perumahan penduduk untuk mencapainya, namun penginapan ini relatif mudah untuk ditemukan.

IMG_1766

Friendly, Greeny, and Homy

Koneksi saya dengan keriuhan kota serasa langsung terputus begitu tiba di Rumah Turi. Meja penerimaan tamu yang berada pada area semi terbuka hijau, memberikan saya rasa santai dan nyaman. Ditambah lagi dengan keramahan a la Jawa yang bersahabat dari petugas resepsionis. Saya merasa diterima di rumah teman, sesuai dengan motto mereka: It’s a home where guests are always welcome as good friends.

IMG_1769

Penanda Rumah Turi, dalam aksara Jawa dan Latin.

Tampaknya Rumah Turi sengaja didesain untuk memberikan suasana tempat istirahat yang nyaman, dengan memadukan unsur alami tradisional dan sentuhan kontemporer. Diresmikan pada tahun 2008, langsung oleh Walikota Solo saat itu Joko Widodo (kini Presiden Republik Indonesia), Rumah Turi mengklaim sebagai boutique hotel yang pertama dan satu-satunya yang berkonsep eco-friendly di kota Solo.

IMG_1775

Pepohonan hijau yang mendominasi Rumah Turi.

Pepohonan hijau tampak mendominasi seluruh bangunan. Mulai dari pot-pot kecil yang dimanfaatkan sebagai separator berbentuk taman vertikal, tanaman bersulur yang dijadikan pergola pada jembatan penghubung, hingga rerumputan yang ditumbuhkan pada dak atap-atap teras kamar. Sebuah pot berisi flora air dan menjadi kolam kecil yang selalu meluapkan isinya, memperdengarkan gemericik air yang menambah kesejukan serta ketenangan bagi siapapun yang mendenga
ya.

IMG_1767

Separator Taman Vertikal.

IMG_1770

Bangunan Rumah Turi sendiri memiliki desain minimalis masa kini, yang didominasi oleh wa
a coklat dan menggunakan  unsur kayu sebagai penambah aksen. Terdiri dari dua lantai yang berisi kamar-kamar, kantor dan ruang logistik, sebuah ruang makan dan dapur, serta area duduk terbuka hijau.

Ada tiga pilihan jenis kamar yang tersedia di Rumah Turi. Yaitu Sereh sebanyak delapan kamar; Wuni yang memiliki indoor-garden juga sebanyak delapan kamar; serta Kemuning yang merupakan jenis kamar terluas, sejumlah dua kamar saja.

IMG_1714

Kamar jenis Sereh, dan selasar di terasnya.

Saya memilih tinggal di kamar jenis Sereh, yang merupakan jenis kamar terhemat. Namun begitu, kamar itu sangatlah nyaman. Ranjangnya bersih dan empuk. Sebuah meja tulis gantung berdesain apik yang terbuat dari kayu, terpasang memanjang di bawah televisi yang berisi bermacam-macam saluran hiburan. Kamar mandinya yang didominasi oleh keramik dan peralatan berwa
a putih terlihat bersih, sementara saluran air panas pada showernya juga berfungsi dengan baik. Sebuah lemari gantung serta meja kayu yang mode
, ditempatkan tepat di depan pintu kamar mandi, cukup untuk menampung sementara bawaan saya selama perjalanan.

Sesuai dengan konsep eco-friendly nya, lampu utama kamar yang saya tempati menggunakan LED yang hemat energi.

Ruang Makan Be
uansa Taman

Ruang makan tempat bersantap di Rumah Turi, adalah surga lainnya. Lantai, meja makan dan tempat duduknya terbuat dari kayu. Jendelanya yang berbukaan lebar selalu dibuka, sementara salah satu sisi dindingnya berupa separator taman vertikal yang langsung mengarah ke area terbuka di luar. Satu lemari berbentuk kotak-kotak bersusun, berisi koleksi buku-buku dan bacaan lainnya membuat saya semakin betah berlama-lama makan di ruangan tersebut.

Sarapan yang disediakan oleh penginapan ini bukanlah buffet, melainkan ada beberapa menu yang dapat dipesan sehari sebelumnya. Saya memilih Nasi Liwet Solo sebagai salah satu pilihan sarapan selama tinggal di Rumah Turi. Sepiring sedang buah-buahan dan segelas jus segar, dijadikan tambahan pada setiap sarapan yang saya pesan.

IMG_1763

Ruang Makan Rumah Turi.

Suara cicitan burung peliharaan dan gemericik air pancuran, hijaunya tanaman pembatas, serta udara segar yang mengalir bebas keluar masuk ruang makan, membuat saya merasa sedang bersantap di taman, pada setiap kali sarapan.

Taman Gantung dan Sahabat Seketika

Satu bagian menarik yang dimiliki oleh penginapan ini adalah, sebuah area duduk semi terbuka yang terletak pada lantai atas. Saya menyebutnya Taman Gantung.

Bentuknya mirip rumah kaca yang ada pada film-film barat. Terletak pada lantai atas, dengan atap yang terbuat dari fiber glass tembus cahaya, serta sisi-sisinya terbuka dan ditumbuhi tanaman sulur sebagai pergola. Sebuah meja dan beberapa tempat duduk, disediakan di situ. Saya sempat duduk-duduk sembari menikmati horison kota Solo yang dipenuhi oleh bangunan di kejauhan. Tak ada orang lain. Hanya saya, dan sayup-sayup gemericik air dari pancuran dan kolam di lantai bawah yang menemani.

IMG_1776

Jembatan penghubung menuju Taman Gantung, dan rerimbunan pohon di samping ruang makan.

Bukan Solo namanya, jika tak ada orang-orang yang berbudi bahasa lemah lembut serta ramah. Kehangatan para staff yang bertugas di Rumah Turi sangat mengesankan saya. Ketika malam hari saya menanyakan letak apotik terdekat untuk membeli obat batuk, salah seorang staff menawarkan diri untuk membelikan obat sementara saya bisa tetap beristirahat di kamar. Kemudian keesokannya staff lainnya menanyakan agenda saya hari itu, dan memberikan saran serta petunjuk jalan bagi saya yang ingin mengeksplor Solo seorang diri.

IMG_1768

Namun, seperti kata pepatah: tak ada gading yang tak retak. Ada beberapa hal dari Rumah Turi yang menurut saya bisa menjadi room-for-improvement. Seperti misalnya sambungan WiFi nya yang sering tersendat dan kurang baik ketika di dalam kamar, lampu utama kama
ya yang terlalu temaram, dan desain kamar mandi nya yang perlu sedikit diperbaharui.

Terlepas dari itu semua, waktu yang saya habiskan di Rumah Turi cukup menyenangkan. Saya merekomendasikan bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Solo, dan membutuhkan sebuah inapan yang berbeda, bersahabat, nyaman namun tetap hemat, maka Rumah Turi adalah jawabannya.

Website1

Website Rumah Turi (www.rumahturi.com)

Rumah Turi
The first and only Eco-friendly Boutique Hotel in Solo
Jl. Srigading II no. 12 Turisari,
Solo 57139,
Jawa Tengah, Indonesia.

Phn : 62 271 736606
Fax : 62 271 712928
email : sales@rumahturi.com
http://www.rumahturi.com

Sumber :https://bartzap.com/2015/08/22/rumah-turi-solo-oase-hijau-di-tengah-kota/

 Penulis : Bartian Rachmat (BaRT)

Related Post

Call Us

62 271 736606

go