Rumah Turi Penginapan yang Ramah Lingkungan

Rumah Turi Penginapan yang Ramah Lingkungan

  • By Admin
  • 2017-06-19 10:46:50

Bolos kuliah selama seminggu buat pergi ke Solo, saya lakuin tepat seminggu yang lalu. Walau ke Solo nya cuma 2 hari, saya rela bolos karena saya bakal ngamatin sesuatu yang baru selama disana. Yang ngajak saya ke Solo adalah ibu saya. Beliau bekerja di suatu perusahaan periklanan dan dapet tugas buat ngeliput Rumah Turi . Liputan ini kemudian akan ditayangin di salah satu stasiun tv lokal. Rumah Turi  tuh apasih? Apa yang menarik sehingga pake diliput segala? Lihat jawabannya sesaat lagi~

Rumah Turi adalah sebuah penginapan yang berada di Solo, tepatnya di Jalan Srigading II No. 12. Jalan Srigading ini ada di Desa Turisari, maka itu terciptalah nama Rumah Turi, yang merupakan potongan kata dari Turisari. Karena ada embel2 desa, awalnya saya pikir penginapan ini terletak di pedesaan atau di pinggiran kota Solo tapi te
yata ada di tengah kota. Kenapa saya bilang tengah kota? Karena lokasi Rumah Turi  deket banget sama mall yang *sepertinya* paling ngehits di Solo, Solo Paragon. Di serong mall ini ada perumahan dan Rumah Turi adalah salah satu rumah di perumahan tersebut. Kalau dilihat dari depan, Rumah Turi memang gak kelihatan seperti penginapan, apalagi kalau lagi gak banyak mobil yang parkir didepannya. Maka itu jangan terburu2 nyarinya. Perhatiin aja rumah yang terdiri dari 2 kavling, jadi pasti jauh lebih besar dari rumah2 disekita
ya. Kalau udah sampe di halamannya, Anda akan melihat plang Rumah Turi kayak gini :

Pada taun 2012, Rumah Turi berhasil memenangkan penghargaan ASEAN Energy Award. Penghargaan bergengsi ini diberikan buat perusahaan2 atau pebisnis2 yang menjalankan bisnisnya dengan menggunakan energi sesedikit mungkin, nggak ada energi yang terbuang percuma, atau kata2 gampangnya: ramah lingkungan. Rumah Turi adalah salah satunya yang menjadi pemenang di kategori The Best Tropical Building.

Setelah saya sampai di Rumah Turi dan berbincang2 sama seorang Bapak pemilik sekaligus konseptor berbagai ide keren yang ada di Rumah Turi saya akhi
ya bisa paham kenapa penginapan ini bisa jadi pemenang penghargaan ASEAN Energy Award. Saya sebutin ya di poin2 berikut, maaf kalo ada beberapa kata yang dirasa kurang pas. Saya agak sedikit lupa istilah2nya..

  • Di penginapan Rumah Turi ada banyak sekali tanaman, tipikal bangunan2 yang ramah lingkungan. Tanaman2 ini ada yang ditanam di pot dan ada yang di tanah. Yang ditanam di pot rata2 tersusun di rak besi, 1 raknya berisi 4 baris pot. Ada juga yang gak di taruh di rak, tapi disusun mengelilingi bangunan bagian dalem penginapan. Tanaman yang di tanah, ditanam di kebun yang berada di tengah2 bangunan penginapan. Semua tanaman ini tentu saja memberikan dampak baik ke lingkungan dan bikin semua tamu Rumah Turi jadi ngerasa adem.

  • Semua tanaman yang ada di Rumah Turi tentu perlu perawatan dan disiram. Kalau soal perawatan serahkan pada Pak Muji, ahlinya berbagai tanaman yang ada di penginapan ini. Nah, kalau soal penyiraman, ada sesuatu yang unik nih.. Supaya mempermudah kerja Pak Muji dan tentu buat menghemat energi, Bapak pemilik Rumah Turi mendirikan tempat untuk tangki air di tempat yang tinggi. Jauh lebih tinggi dibanding tempat2 buat tangki air yang ada di rumah2 pada umumnya. Untuk menyedot air sampai ke tangki memang membutuhkan listrik tetapi untuk mengalirkannya kembali ke bawah sang Bapak hanya membangun pipa2 yang sudah disesuaikan sama letak2 tanamannya. Jadi intinya air akan mengalir sendiri ke bawah setelah katup2 di tangki terbuka. Tanpa listrik! Penyiraman dengan teknik ini rutin dilakukan dalam beberapa kali sehari jadi seluruh tanaman akan terjaga kesegarannya.

  • Ngomong2 soal air, air yang digunakan buat menyiram tanaman atau buat penggunaan lain yang tidak berhubungan dengan tamu hotel, juga bukan air sembarangan. Air ini merupakan hasil saringan dari air atau limbah2 yang telah digunakan sama tamu hotel buat mandi, cuci tangan, atau hal2 lain yang masih memungkinkan. Gimana cara ngumpulin air2 bekas ini? Si Bapak menanam banyak tanaman akar wangi di kebun yang berada tepat di tengah bangunan. Akar wangi terkenal akan kemampuannya menyerap air. Saluran air yang berasal dari setiap kamar mandi diarahkan ke tanah tempat tanaman akar wangi ini ditanam. Setelah air terkumpul, pompa akan mengarahkan air ke tangki yang sudah dipasangi alat penyaring di atasnya sehingga akan didapat air yang layak pakai buat menyiram tanaman.

  • Layaknya penginapan2 pada umunya, Rumah Turi juga dilengkapi dengan ruangan yang digunakan sebagai cafe. cafe ini ibarat jantungnya Rumah Turi karena hampir semua tamu maupun pengunjung biasa, hang out disini. Memang nyaman banget berada di cafe ini. Tata ruangnya bagus, kursi, meja makan, dan benda2 yang ada disini terbuat dari kayu, ada fasilitas wi-fi dan majalah atau buku2 keren yang boleh dibaca oleh siapapun. Saya kira di cafe ini udah gak ada unsur2 penghematan energi, tapi te
    yata salah. Seluruh lampu yang dipasang di cafe ini merupakan lampu2 bekas yang filamennya udah rusak. Filamen tersebut diganti sama LED. Karena pake LED, semua lampu kalau lagi nyala hanya menghabiskan listrik sekitar 80 watt, sangat kecil dibandingkan jenis lampu yang lainnya.

Pembicaraan selama beberapa menit sama si Bapak menghasilkan 4 poin penting diatas. Sebene
ya selain 4 poin ini masih banyak hal2 lain yang juga menghemat pemakaian energi seperti penggunaan AC yang efektif, jendela2 besar yang terpasang di setiap kamar jadi gak perlu nyalain lampu kalau siang hari, dan masih banyak hal2 lainnya yang mungkin gak diceritain ke saya. Konsep penghematan energi ini lah yang ngebuat saya sendiri berdecak kagum dan tentu saja pemberi penghargaan ASEAN Energy Award. Karena konsep ini juga lah, mama dan teman2 sekanto
ya diberitugas untuk meliput hal2 baik yang diterapkan oleh pihak Rumah Turi. Rumah Turi merupakan penginapan pertama di Solo yang menerapkan konsep penghematan energi seperti ini. Saya pikir di Indonesia sendiri juga masih jarang penginapan yang berkonsep seperti ini dan saya harap sih makin banyak penginapan lain yang pemiliknya juga peduli terhadap lingkungan. 

 Buat Jalan2ers yang lagi ke Solo dan butuh penginapan, boleh coba menginap dan rasain pengalaman bagaimana asrinya dan nyamannya Rumah Turi. Total ada 18 kamar tidur yang terbagi atas 3 jenis. Room ratesnya pun juga masuk akal yaitu antara 300.000 sampai 450.000 per malam tergantung jenis kamar.

 

disana dan ada juga :

Rak dengan berbagai macam tanaman dalam pot

Cafe yang bagian atasnya dipasangi lampu hemat listrik

Tanaman dalam pot yang dipasang disekeliling lantai 2

Tangki air yang digunakan buat nampung air hasil serapan tanaman akar wangi

 

 

Sumber : http://jalan2.com/forum/topic/8635-rumah-turi-penginapan-yang-ramah-lingkungan/

penulis : shata

 

 

 

Related Post

Call Us

62 271 736606

go